Sign In
Celotehjatim.com
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Lifestyle
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
Reading: Bongkar Kasus Joki UTBK, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Apresiasi Langkah Cepat Polisi
Celotehjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Lifestyle
Search
  • Rubrikasi
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi & Bisnis
    • Lifestyle
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Opini
  • About us
    • Kontak
    • Tentang
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
© 2023 CelotehJatim.com
Headlines

Bongkar Kasus Joki UTBK, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Apresiasi Langkah Cepat Polisi

Publisher: Redaktur Jumat, 8 Mei 2026
Share
Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko.

Surabaya,CJ – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengapresiasi langkah cepat Polrestabes Surabaya dalam mengungkap kasus joki UTBK yang diduga melibatkan praktik penjualan blangko e-KTP.

Menurut dia, pengungkapan tersebut penting untuk menjaga integritas sistem pendidikan dan keamanan administrasi kependudukan.

“Kami mengapresiasi langkah Polrestabes Surabaya yang berhasil mengungkap kasus ini. Karena persoalannya sudah sangat serius dan menyangkut dokumen negara,” kata politisi Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe ini, Jum’at (8/5).

Kasus joki UTBK di Surabaya sebelumnya diungkap aparat kepolisian setelah ditemukan dugaan penggunaan identitas palsu dalam pelaksanaan ujian masuk perguruan tinggi negeri. Polisi juga menemukan indikasi adanya penyalahgunaan blangko e-KTP untuk memanipulasi data peserta ujian.

Baca Juga:  DPRD Surabaya Godok Raperda Pengembangan Ekonomi Kreatif

“Kalau benar ada praktik penjualan blangko e-KTP untuk kepentingan joki UTBK, maka ini tidak lagi hanya soal kecurangan akademik, tetapi sudah masuk ranah pidana serius,” ujar Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya ini.

Cak Yebe juga meminta aparat penegak hukum mendalami jalur distribusi blangko e-KTP dan kemungkinan adanya keterlibatan oknum dalam proses tersebut. Dia menyebut pengusutan kasus tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan semata.

“Ini harus dibongkar sampai akar-akarnya. Jangan berhenti pada pelaku joki saja, tetapi juga harus ditelusuri siapa yang memasok dan membuka akses dokumen tersebut,” ucap dia.

Menurut dia, penggunaan identitas palsu dalam seleksi nasional dapat merusak kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan. Apalagi praktik tersebut menyasar jurusan strategis seperti fakultas kedokteran.

Baca Juga:  Komisi B Dorong Pemkot Lakukan Langkah Strategis Percepatan Sertifikasi Halal Bagi UMKM

“Jika proses UTBK khususnya fakultas-fakultas favorit seperti kedokteran menggunakan joki maka ini alarm serius bagi dunia pendidikan. Bagaimana kualitas para dokter muda harapan bangsa kalau proses kelulusannya dibantu joki?” katanya.

Dia juga mengingatkan bahwa e-KTP merupakan dokumen vital yang berkaitan langsung dengan berbagai layanan publik. Karena itu, kebocoran blangko e-KTP berpotensi menimbulkan persoalan yang lebih luas di luar dunia pendidikan.

“E-KTP ini digunakan untuk banyak hal, mulai layanan perbankan sampai administrasi negara. Kalau sampai disalahgunakan, dampaknya bisa kemana-mana,” ujar dia.

Baca Juga:  Ketua Komisi A DPRD Surabaya Siap Kawal Usulan U-Ditch dan Bantu Rutilahu Warga

Komisi A DPRD Surabaya juga meminta Dispendukcapil memperkuat pengawasan administrasi kependudukan, termasuk distribusi blangko dan sistem verifikasi identitas digital. Menurut dia, pemerintah perlu memperketat pengawasan internal agar kejadian serupa tidak terulang.

“Pengawasan distribusi blanko harus diperketat dan sistem verifikasi identitas juga harus diperbarui supaya pemalsuan seperti ini tidak mudah terjadi,” tandasnya.

Selain itu, dia meminta panitia UTBK dan perguruan tinggi memperkuat pemeriksaan peserta melalui teknologi biometrik dan pencocokan langsung dengan database Dukcapil. Sebab, modus kecurangan dalam seleksi nasional disebut semakin terorganisir dan kompleks.

“Kasus ini menjadi peringatan bahwa sistem pengawasan harus terus diperkuat mengikuti perkembangan modus kejahatan,” pungkas Cak Yebe. ADV/DN

Bagikan:
TAGGED: Bongkar Kasus Joki UTBK, DPRD Kota Surabaya, Joki UTBK, Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Polrestabes Surabaya
Redaktur Jumat, 8 Mei 2026 Jumat, 8 Mei 2026
Previous Article Ketua DPRD Kota Surabaya Yang Baru, Akan Perkuat Sinergi Eksekutif–Legislatif untuk Kepentingan Rakyat
Next Article Sidak Proyek Bozem Tanjungsari, Wali Kota Eri Cahyadi Targetkan Kawasan Bebas Banjir di November 2026
Ad imageAd image

Berita Terkini

Penguatan PMI Manufaktur Nasional, DPRD Surabaya Berharap Surabaya Dapat Tarik Investasi Baru
Kamis, 5 November 2026
Skandal Pungli ASN Kembali Terkuak, Cak Yebe: Usut Tuntas Pungli Rekrutmen, Jangan Berhenti pada Satu ASN
Rabu, 4 November 2026
Perkuat Kesetaraan Gender Lewat Fragmen Suroboyoan
Rabu, 4 November 2026
DPRD Surabaya Dorong Perbaikan Fasilitas Transportasi Umum Untuk Kenyamanan Penumpang
Rabu, 4 November 2026
Ad imageAd image

Terpopuler

DPRD Surabaya Akan Bahas Anggaran PTM Bagi Balita di Banggar
Rabu, 14 Oktober 2026
Ketua Komisi A DPRD Surabaya Siap Kawal Usulan U-Ditch dan Bantu Rutilahu Warga
Kamis, 8 Oktober 2026
Cak Yebe Dorong Pengelolaan Sampah dan Urban Farming
Sabtu, 17 Oktober 2026
Pemkot Surabaya Gelar Upacara HUT ke-81 Jawa Timur, Wali Kota Eri Tekankan Sinergi Ekonomi dan Transportasi
Selasa, 13 Oktober 2026

© 2023 Celoteh Jatim | All right reserved

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang

Masuk ke Akun Anda

Lost your password?