Surabaya,CJ – Banyak keluhan fasilitas RPH Tambak Oso Wilangon (TOW) Mitra Jagal mendapat respon dari DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya.
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono mendesak Pemerintah Kota Surabaya untuk melakukan evaluasi fasilitas TOW.
“Rencananya sudah bagus memindah, aksesnya dari tol bisa masuk ke tempat tersebut dan tidak terlalu banyak mengganggu warga namun perlu dievaluasi menyusul fasilitas yang kerap dikeluhkan mitra jagal,” ungkap Baktiono, Selasa (7/7/2026).
Selain masalah lantai, Baktiono memaparkan dampak dari rendahnya elevasi itu, saluran air tidak lancar bahkan bercampur dengan darah. “Elevasinya rendah airnya lancar tidak lancar, kotoran darah tidak bisa mengalir dengan baik,” kata Baktiono.
Menurut Baktiono pembangunan RPH di TOW seharusnya lebih baik dari RPH Pegirian yang notabenenya dibangun saat zaman pendudukan Belanda.
“Seharusnya kita membangun lebih baik dari bangunan zaman penjajah, supaya kita tidak malu,” terang Baktiono, .
Sayangnya kata Baktiono bangunan di RPH TOW itu di bawah standar gedung peninggalan zaman Belanda.
“Kita berjuang minta merdeka. Tapi kualitas bangunannya RPH ini dibawah standar dari bangunan zaman Belanda,” tukas Baktiono.
Kendati begitu, ia menganggap relokasi RPH Pegirian ke TOW sudah bagus.
Maka dari itu, Baktiono mengimbau agar permasalahan tersebut segera dituntaskan minimal tiga Minggu ke depan. Sehingga tidak berdampak pada kesehatan daging yang akan dikonsumsi oleh masyarakat.
“Begitu di sembelih harus bersih dan higienis tidak membawa dampak yang negatif,”pungkas Baktiono. ADV/DN
