Sign In
Celotehjatim.com
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Lifestyle
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
Reading: Sidak Proyek Bozem Tanjungsari, Wali Kota Eri Cahyadi Targetkan Kawasan Bebas Banjir di November 2026
Celotehjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Lifestyle
Search
  • Rubrikasi
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi & Bisnis
    • Lifestyle
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Opini
  • About us
    • Kontak
    • Tentang
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
© 2023 CelotehJatim.com
Headlines

Sidak Proyek Bozem Tanjungsari, Wali Kota Eri Cahyadi Targetkan Kawasan Bebas Banjir di November 2026

Publisher: Redaktur Senin, 11 Mei 2026
Share
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di proyek pembangunan Bozem Jalan Tanjungsari, Senin (11/5/2026).

Surabaya,CJ – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, kembali menunjukkan komitmennya dalam penanganan banjir dengan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di proyek pembangunan Bozem Jalan Tanjungsari, Senin (11/5/2026).

Dalam tinjauan tersebut, Wali Kota Eri menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) untuk mempercepat pekerjaan demi membebaskan wilayah tersebut dari genangan air sebelum musim hujan tiba.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan bahwa pembangunan Bozem dilakukan untuk penyelesaian banjir tahunan di wilayah Simorejo Sari 1A dan 1B. Ia menjelaskan, elevasi pemukiman warga di kawasan tersebut lebih rendah dibandingkan Jalan Tanjungsari, sehingga air kerap tertahan.

“Kampung Simorejo Sari 1A dan 1B ini posisinya lebih rendah. Saya minta aliran dari jembatan Kali Kerambangan dibagi dua. Sebagian dialirkan ke arah Bozem, kemudian dibuang ke Diversi Gunungsari,” ujar Wali Kota Eri.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Gelar Sholawat bersama di Balai Kota

Untuk mempercepat aliran air, Wali Kota Eri meminta adanya perubahan spesifikasi teknis pada saluran penampungan (storage). Ukuran saluran yang semula direncanakan kecil, diminta ditingkatkan menjadi 4 x 3 meter. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan tampungan air sementara sebelum dialirkan ke sungai primer (jalur utama sistem irigasi).

“Kalau storagenya tidak besar, maka akan percuma airnya bisa meluber lagi ke jalan. Sehingga, saya minta harus dibuat lebar,” ujar Wali Kota Eri.

Selain melakukan pembangunan Bozem di kawasan Tanjungsari, Pemkot Surabaya juga tengah berkoordinasi untuk menggunakan lahan di sisi jalan tol arah ke Perak sebagai penampungan air sementara sebelum dialirkan melalui crossing, melintasi rel kereta api dan terhubung ke Bozem Dupak.

Baca Juga:  Blusukan di Siwalankerto dan Kutisari, Eri Cahyadi Efektifan Pembangunan Saluran

Pada tinjauannya kali ini, Wali Kota Eri juga memberikan evaluasi keras terkait manajemen proyek di lapangan. Ia menyoroti metode pelaksanaan yang dianggap kurang efisien dan berdampak pada kenyamanan warga, seperti debu dan kerusakan jalan.

Dalam arahannya, Wali Kota Eri meminta DSDABM dan kontraktor menggunakan pendekatan teknologi berbasis digital, seperti aplikasi MS Project, untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja dan alat berat secara akurat.

“Saya tanya tadi, cara pelaksanaannya bagaimana? Ternyata metodenya masih tradisional yaitu, dikeruk semua baru dipasang. Itu bikin jalan hancur dan berdebu. Harusnya dikeruk, pasang box culvert, langsung tutup dan dibersihkan hari itu juga. Jadi jalan tetap bisa dimanfaatkan,” tegasnya.

Baca Juga:  Kerahkan Puluhan Satgas DSDABM Surabaya Untuk Bangun Tanggul di Pakal Madya dan Tengger Raya

Proyek bozem dengan kapasitas sekitar 20.000 meter kubik ini diperkirakan rampung dalam 2 hingga 3 bulan ke depan. Wali Kota Eri menegaskan bahwa hasil dari proyek ini harus sudah terasa pada akhir tahun atau saat musim hujan tiba.

“Insyaallah akan ada perubahan cepat. Saya minta di bulan November nanti, saat hujan turun, daerah Tanjungsari hingga Simorejo Sari 1A dan 1B sudah tidak boleh ada banjir lagi. Kasihan warga kalau terus-terusan terdampak,” pungkasnya. Lin

Bagikan:
TAGGED: Antisipasi Banjir, Atasi Banjir, Bozem, Pembangunan Bozem, Sidak Bozem, Wali Kota Surabaya, Wali Kota Surabaya Sidak Bozem
Redaktur Senin, 11 Mei 2026 Senin, 11 Mei 2026
Previous Article Bongkar Kasus Joki UTBK, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Apresiasi Langkah Cepat Polisi
Next Article DPRD Surabaya Ajak Pemerintah dan Masyarakat Bersatu Rayakan Hari Jadi kota Surabaya
Ad imageAd image

Berita Terkini

Cak Yebe Dorong Pengelolaan Sampah dan Urban Farming
Sabtu, 17 Oktober 2026
DPRD Surabaya Akan Bahas Anggaran PTM Bagi Balita di Banggar
Rabu, 14 Oktober 2026
Pemkot Surabaya Gelar Upacara HUT ke-81 Jawa Timur, Wali Kota Eri Tekankan Sinergi Ekonomi dan Transportasi
Selasa, 13 Oktober 2026
DPRD Surabaya Dukung Penuh BOPDA Perluasan Jangkauan ke Lembaga Ponpes
Senin, 12 Oktober 2026
Ad imageAd image

Terpopuler

Pastikan Kestabilan Data Penduduk,  DPRD Surabaya Akan Panggil Dispendukcapil
Senin, 21 September 2026
Perkuat Struktur hingga Akar Rumput, PPP Bidik Kenaikan Suara di Pemilu Mendatang
Minggu, 4 Oktober 2026
Wali Kota Surabaya Tegaskan Larangan Eksploitasi Hewan dan Donasi Tanpa Izin di Tunjungan Romansa dan CFD
Minggu, 27 September 2026
Sengketa Lahan Kalisari, Komisi A DPRD Surabaya Akan Tinjauan Lapangan
Rabu, 30 September 2026

© 2023 Celoteh Jatim | All right reserved

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang

Masuk ke Akun Anda

Lost your password?