Sign In
Celotehjatim.com
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Lifestyle
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
Reading: Antisipasi Banjir, Pemkot Kebut Proyek Drainase dan Rumah Pompa 
Celotehjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Lifestyle
Search
  • Rubrikasi
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi & Bisnis
    • Lifestyle
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Opini
  • About us
    • Kontak
    • Tentang
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
© 2023 CelotehJatim.com
Headlines

Antisipasi Banjir, Pemkot Kebut Proyek Drainase dan Rumah Pompa 

Publisher: Redaktur Kamis, 6 November 2025
Share
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi

Surabaya,CJ –  Guna mengantisipasi banjir di Kota Pahlawan, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) untuk mempercepat penyelesaian berbagai proyek infrastruktur di Kota Surabaya yang meliputi pekerjaan drainase, hingga pembangunan rumah pompa yang menjadi bagian penting dalam sistem pengendalian banjir.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan pihaknya telah diminta Wali Kota Eri Cahyadi agar seluruh proyek infrastruktur vital segera dirampungkan dalam waktu dekat.

“Diminta lembur kontraktornya, kalau bisa 24 jam. Jadi nanti kita usahakan, besok kita buat undangan teman-teman kontraktor yang belum selesai. Jadi yang belum selesai itu rata-rata pekerjaan besar,” ujar Syamsul, Kamis (6/11/2025).

Menurutnya, sebagian besar pekerjaan yang belum rampung adalah proyek berskala besar seperti rumah pompa dan box culvert. “Pekerjaan rumah pompa dan pekerjaan box culvert besar, itu yang rata-rata belum selesai. Yang kecil-kecil insyaallah sudah 70 persen selesai. Dan nanti 90 persen selesai di akhir November ini,” jelasnya.

Baca Juga:  Wali Kota Eri Cahyadi Lantik 54 Pejabat Kelurahan-Kecamatan

Syamsul mengungkapkan, terdapat lima titik pekerjaan rumah pompa yang saat ini masih berjalan. Pekerjaan itu tersebar di beberapa lokasi Surabaya. “Pekerjaan pompa itu ada lima lokasi. Di Menanggal satu, Ahmad Yani dua, Ketintang Madya ada tiga, di Karah ada empat, dan ada satu lagi di Rungkut Menanggal,” paparnya.

Selain itu, Syamsul menyebut, ada pula proyek besar lain berupa pembangunan drainase di kawasan diversi Gunungsari dan Babat Jerawat. “Itu sekarang belum selesai,” tuturnya.

Untuk mempercepat proses pembangunan, pihaknya telah meminta kontraktor mengerjakan proyek dari dua arah sekaligus. “Seperti di diversi Gunungsari itu kita minta pekerjaan dilaksanakan dari dua arah. Jadi yang mau dikerjakan itu 500 meter. Kontraktor sudah saya minta dari Kulon (barat) dan Wetan (timur), jadi ketemu di tengah,” paparnya.

Baca Juga:  Atasi Stunting di Surabaya Pemkot Gandeng Alumni Senior Kedokteran Unair

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta kontraktor agar menambah jam kerja dan tenaga di lapangan. Ini diharapkan  pengerjaan box culvert tersebut bisa selesai tepat waktu. “Jadi itu upaya untuk percepatan dari dua sisi. Seperti yang saya sampaikan tadi. Yang kedua itu lembur, artinya tambah tenaga dan tambah material,” terangnya.

Di sisi lain Syamsul menambahkan, percepatan pekerjaan juga diikuti dengan peningkatan pengawasan oleh konsultan proyek. “Besok kita rapatkan dan kita kasih target per minggu berapa, nanti dievaluasi oleh konsultan pengawas. Mudah-mudahan pertengahan Desember itu sudah bisa selesai,” ujar dia.

Baca Juga:  DPRD Surabaya Minta Pemkot Audit Rumah Pompa

Ia juga menegaskan, percepatan tersebut sangat penting mengingat kondisi cuaca ekstrem yang mulai terjadi di awal November. “Kita ini kan perkiraannya biasanya (awal) hujan rintik-rintik dulu. Tapi kemarin, langsung hujan deras mulai jam 2 siang sampai 7 malam,” ungkapnya.

Menurut Syamsul, peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi dasar Pemkot Surabaya untuk melakukan langkah antisipatif sejak dini. “Sebelumnya memang kita diingatkan oleh teman-teman BMKG bahwa cuaca ekstrem akan terjadi mulai November 2025 sampai dengan Januari 2026. Jadi kita harus antisipasi,” katanya.

Ia menekankan bahwa upaya mitigasi tidak hanya dalam bentuk teknis pembangunan infrastruktur, tetapi juga kesiapsiagaan personel lapangan. “Jadi kita tidak hanya membangun saluran, tapi juga menyiagakan teman-teman satgas,” pungkasnya. Lin

Bagikan:
TAGGED: Antisipasi Banjir, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, Pemkot Surabaya, Pemkot Surabaya Kebut Proyek Drainase dan Rumah Pompa, Proyek Drainase, Proyek infrastruktur, Rumah Pompa
Redaktur Kamis, 6 November 2025 Kamis, 6 November 2025
Previous Article Kunci Transformasi Menuju Kota Dunia Lewat Semangat Kepahlawanan ASN Dalam Melayani Publik
Next Article Momentum Hari Pahlawan DPRD dan Pemkot Surabaya Sahkan APBD 2026 Sebersar Rp 12,7 Triliun
Ad imageAd image

Berita Terkini

Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Bapenda Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
Minggu, 19 Juli 2026
Wali Kota Surabaya Turun Telusuri Dugaan Pungli PKL di CFD Taman Bungkul
Minggu, 19 Juli 2026
DPRD Surabaya Minta Lurah, Camat dan OPD Perkuat Fungsi Pengawasan
Selasa, 14 Juli 2026
DPRD Surabaya Minta Camat dan Lura  Bergerak Cepat dan Responsif Terhadap Keluhan Masyarakat
Senin, 13 Juli 2026
Ad imageAd image

Terpopuler

Komisi B DPRD Surabaya Minta Fasilitas RPH TOW Dievaluasi
Selasa, 7 Juli 2026
RDTR Harus Mampu Antisipasi Urban Sprawl, DPRD Surabaya Tekankan Pembangunan Wajib Berpihak Warga
Jumat, 10 Juli 2026
MPLS 2026/2027, Perkuat Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Anak
Sabtu, 11 Juli 2026
DPRD Surabaya Minta Lurah, Camat dan OPD Perkuat Fungsi Pengawasan
Selasa, 14 Juli 2026

© 2023 Celoteh Jatim | All right reserved

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang

Masuk ke Akun Anda

Lost your password?