Sign In
Celotehjatim.com
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Lifestyle
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
Reading: Wali Kota Surabaya Turun Telusuri Dugaan Pungli PKL di CFD Taman Bungkul
Celotehjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Lifestyle
Search
  • Rubrikasi
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi & Bisnis
    • Lifestyle
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Opini
  • About us
    • Kontak
    • Tentang
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
© 2023 CelotehJatim.com
Headlines

Wali Kota Surabaya Turun Telusuri Dugaan Pungli PKL di CFD Taman Bungkul

Publisher: Redaktur Minggu, 19 Juli 2026
Share
Wali Kota Eri Cahyadi saat diwawancarai awak media usai sidak dugaan pungli PKL di CFD di Taman Bungkul

Surabaya,CJ – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan Car Free Day (CFD) Taman Bungkul, Jalan Raya Darmo, tidak dikenai biaya atau gratis. Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama kepolisian masih menelusuri dugaan pungutan liar (pungli) terhadap pedagang yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Eri Cahyadi saat meninjau pelaksanaan CFD Taman Bungkul, Minggu (19/7/2026) pagi. Dalam peninjauan itu, ia memastikan penataan kawasan berjalan sesuai ketentuan, mulai dari lokasi PKL, area UMKM hingga sistem parkir.

“Hari ini kita memastikan parkir yang ada di CFD sekaligus pedagang. Maka pedagang yang ada di tempat ini itu sudah kita atur. Jadi ada tempat di mana PKL, tempat UMKM, dan tempat parkir yang ada di CFD. Sehingga tidak ada lagi parkir yang tidak non-tunai,” kata Wali Kota Eri.

Menurut dia, penataan tersebut dilakukan agar aktivitas masyarakat, pedagang, dan pengunjung dapat berlangsung lebih tertib dan nyaman. Selain itu, ia menegaskan seluruh PKL yang berjualan di kawasan CFD tidak dipungut biaya. “Tidak ada yang namanya pedagang-pedagang itu berbayar, karena posisi ini adalah gratis,” ujar Cak Eri sapaan lekatnya.

Karena itu, Cak Eri mengingatkan para pedagang untuk menjaga kebersihan area berjualan setelah kegiatan selesai. Ia menilai kebersihan kawasan publik merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata menjadi tugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya.

“Saya berharap juga pedagang-pedagang ini kalau sudah menyelesaikan (jualan), sudah selesai dagangannya, mohon dibersihkan. Jangan sampai habis berdagang setelah itu tidak dibersihkan, ditinggal. Kalau sampai kejadian itu, tidak kami izinkan lagi,” katanya.

Ia optimistis budaya menjaga kebersihan telah menjadi bagian dari karakter masyarakat Kota Pahlawan. “Tapi (saya yakin) orang Surabaya berani bersih. Jadi setelah berdagang, dibersihkan sendiri, disapu sendiri ya,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Eri juga menanggapi dugaan pungli terhadap PKL di kawasan CFD yang sempat dikeluhkan pedagang dan viral di media sosial. Ia mengaku telah mendatangi rumah pihak yang diduga melakukan penarikan uang bersama aparat kepolisian.

“Kejadian yang kemarin ada tarikan-tarikan umi-umi (perempuan) itu saya kemarin sudah ke rumahnya dengan polisi, dengan Polda (Jatim) cari orang ini. Tapi ternyata orang ini, umi-umi ini, sudah tidak ada di tempat. Tapi bukan berarti kami berhenti,” tutur dia.

Ia memastikan Pemkot Surabaya terus berkoordinasi dengan Direktorat Siber Polda Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya untuk menindaklanjuti dugaan pungli tersebut. “Maka kami bekerja sama terus dengan Siber di Polda, juga di Polres untuk terus mencari. Karena saya tidak mau lagi ada pungutan-pungutan liar di Kota Surabaya,” tegasnya.

Untuk itu, Cak Eri juga mengimbau pihak yang diduga melakukan penarikan uang kepada PKL di CFD Taman Bungkul agar bersikap kooperatif dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Jadi saya berharap umi-umi, njenengan (anda) di mana saja ayo bertemu. Jadi setelah menarik (iuran) ya harus bisa mempertanggungjawabkan. Saya tidak mau lagi ada uang (tarikan) itu,” pungkasnya. Yos

Bagikan:
Redaktur Minggu, 19 Juli 2026 Minggu, 19 Juli 2026
Previous Article DPRD Surabaya Minta Lurah, Camat dan OPD Perkuat Fungsi Pengawasan
Next Article Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Bapenda Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
Ad imageAd image

Berita Terkini

PDIP Rungkut Siapkan Regenerasi Besar-besaran, Gen Z Didorong Masuk Struktur Ranting hingga Anak Ranting
Minggu, 19 Juli 2026
Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Bapenda Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
Minggu, 19 Juli 2026
DPRD Surabaya Minta Lurah, Camat dan OPD Perkuat Fungsi Pengawasan
Selasa, 14 Juli 2026
DPRD Surabaya Minta Camat dan Lura  Bergerak Cepat dan Responsif Terhadap Keluhan Masyarakat
Senin, 13 Juli 2026
Ad imageAd image

Terpopuler

Komisi B DPRD Surabaya Minta Fasilitas RPH TOW Dievaluasi
Selasa, 7 Juli 2026
RDTR Harus Mampu Antisipasi Urban Sprawl, DPRD Surabaya Tekankan Pembangunan Wajib Berpihak Warga
Jumat, 10 Juli 2026
MPLS 2026/2027, Perkuat Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Anak
Sabtu, 11 Juli 2026
DPRD Surabaya Minta Lurah, Camat dan OPD Perkuat Fungsi Pengawasan
Selasa, 14 Juli 2026

© 2023 Celoteh Jatim | All right reserved

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang

Masuk ke Akun Anda

Lost your password?