Sign In
Celotehjatim.com
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Lifestyle
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
Reading: Antisipasi Laka Kerja, DPRD Surabaya Dorong Penguatan Sistem K3
Celotehjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Lifestyle
Search
  • Rubrikasi
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi & Bisnis
    • Lifestyle
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Opini
  • About us
    • Kontak
    • Tentang
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
© 2023 CelotehJatim.com
Advertorial

Antisipasi Laka Kerja, DPRD Surabaya Dorong Penguatan Sistem K3

Publisher: Redaktur Rabu, 4 Maret 2026
Share
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Abdul Malik saat diwawancarai awak media di Gedung DPRD Surabaya.

Surabaya,CJ – DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) kota  Surabaya meminta penguatan sistem inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), khususnya untuk pekerjaan di ketinggian pada gedung bertingkat. Hal ini untuk mengantisipasi. Kecelakaan kerja seperti yang menimpa dua pekerja gondola di Tower B Ascott Waterplace, Surabaya Barat, beberapa hari lalu.

Peristiwa yang terjadi saat hujan deras disertai angin kencang itu mengakibatkan satu pekerja, bernama Edy Suparno (51), warga Tambak Wedi Baru Surabaya, meninggal dunia.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Abdul Malik dengan tegas mengatakan penguatan sistem inspeksi K3 ini tidak boleh berhenti pada penanganan kasus semata, tetapi harus menjadi momentum evaluasi sistemik terhadap pengawasan K3 di Surabaya.

Baca Juga:  Cederai Status Kota Layak Anak, DPRD Surabaya Minta Pemkot Evaluasi Daycare

“Semua pihak yang terlibat harus memastikan standar keamanan benar-benar diterapkan,” ungkap Abdul Malik Rabu  (3/3/2026).

Menurut Malik, pekerjaan menggunakan gondola memiliki risiko tinggi dan harus tunduk pada standar keselamatan yang ketat. Kondisi cuaca ekstrem, seperti hujan deras dan angin kencang, semestinya menjadi dasar pertimbangan operasional untuk menghentikan sementara aktivitas kerja.

“Keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai pekerjaan tetap dipaksakan saat kondisi cuaca tidak memungkinkan, karena risikonya sangat fatal,” katanya.

Secara regulatif, standar keselamatan kerja diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja serta berbagai aturan turunan terkait K3 konstruksi dan pekerjaan berisiko tinggi. Pengawasan penerapan K3 berada di bawah kewenangan instansi ketenagakerjaan.

Baca Juga:  Fenomena Mall Pasang Pagar Tinggi, Ketua DPRD Surabaya Minta Masyarakat maupun Pelaku Usaha Tidak Terjebak Rasa Takut Berlebihan

<span;>Malik mendorong agar pengawasan tidak hanya dilakukan setelah terjadi insiden, tetapi melalui inspeksi berkala terhadap proyek-proyek pekerjaan ketinggian di Surabaya.

“Perusahaan harus memiliki aturan yang jelas terkait penghentian sementara aktivitas kerja di ketinggian ketika kondisi cuaca membahayakan. Kebijakan keselamatan kerja harus tegas dan dijalankan dengan pengawasan yang ketat,” tegasnya.

Ia menilai, inspeksi rutin terhadap penggunaan gondola, kelayakan alat, kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD), serta prosedur mitigasi cuaca perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan standar K3 benar-benar dijalankan di lapangan.

Baca Juga:  Agar Berjalan Dengan Baik, Wakil Ketua DPRD Surabaya Siap Awasi dan Kawal Program Pembinaan Generasi Muda

Komisi D DPRD Surabaya kata Malik juga mendorong koordinasi antara pemerintah kota dengan instansi pengawas ketenagakerjaan untuk memperkuat sistem pengawasan, khususnya pada gedung bertingkat yang melakukan pekerjaan perawatan rutin.

Malik berharap evaluasi dan penguatan pengawasan K3 dapat menjadi langkah preventif, sehingga aktivitas pekerjaan berisiko tinggi di Surabaya berjalan sesuai ketentuan dan mengutamakan keselamatan pekerja.

“Perlindungan terhadap pekerja harus ditempatkan di atas segala kepentingan. Evaluasi ini penting agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. ADV/DN

Bagikan:
TAGGED: Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Antisipasi Laka Kerja, DPRD Kota Surabaya, K3, Laka Kerja, Penguatan sistem K3
Redaktur Rabu, 4 Maret 2026 Rabu, 4 Maret 2026
Previous Article Ketua Komisi A Minta Pemkot Tunda Penandaan Bangunan Warga Terdampak Pelebaran Sungai Kalianak
Next Article DPRD Surabaya Minta Seluruh Proses Normalisasi Dilakukan Secara Transparan
Ad imageAd image

Berita Terkini

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Segera Lakukan Digitalisasi Aset Untuk Tingkatkan PAD
Kamis, 3 September 2026
Perkuat Regenerasi Atlet, KODRAT Jawa Timur Gelar Kejurnas Tarung Derajat Antarpelajar BHS Cup III 2026
Sabtu, 29 Agustus 2026
Cak Yebe Tegaskan Komitmen Kembalika Masa Kejayaan Ju-Jitsu di Kejuaran Porprov maupun PON
Sabtu, 29 Agustus 2026
Ketua Komisi A DPRD Surabaya: Hunian Layak Benteng Hak Asasi
Rabu, 19 Agustus 2026
Ad imageAd image

Terpopuler

Komis D DPRD Surabaya Minta RT dan RW Aktif Mendata Anak Putus Sekolah
Kamis, 6 Agustus 2026
Pansus Raperda Banjir DPRD Surabaya Minta Masukan Camat-Lurah Sebelum Dibawa ke Paripurna
Selasa, 11 Agustus 2026
Edarka Tembakau Sintetis di Surabaya Warga Bulu Barat Diringkus SatResnarkoba Polrestabes Surabaya
Rabu, 12 Agustus 2026
Ketua Komisi A DPRD Surabaya Desak Inspektorat Bongkar Jaringan Penipuan Loker Pemkot
Senin, 10 Agustus 2026

© 2023 Celoteh Jatim | All right reserved

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang

Masuk ke Akun Anda

Lost your password?