Sign In
Celotehjatim.com
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Lifestyle
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
Reading: Dana Mengendap Hingga Milyaran Rupiah, Komisi D Dorong Puskesmas di Surabaya Beri Pelayanan Maksimal
Celotehjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Lifestyle
Search
  • Rubrikasi
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi & Bisnis
    • Lifestyle
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Opini
  • About us
    • Kontak
    • Tentang
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
© 2023 CelotehJatim.com
Advertorial

Dana Mengendap Hingga Milyaran Rupiah, Komisi D Dorong Puskesmas di Surabaya Beri Pelayanan Maksimal

Publisher: Redaktur Rabu, 5 November 2025
Share
Anggota Komisi A DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya, Imam Syafi’i.

Surabaya,CJ – Komisi D DPRD Kota Surabaya menyoroti belum maksimalnya pelayanan kesehatan di 63 puskesmas, meskipun sebagian besar memiliki h. Temuan ini muncul dalam rapat koordinasi pembahasan anggaran antara DPRD dan Dinas Kesehatan Surabaya.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafii, mengungkapkan hasil evaluasi menunjukkan masih ada kekurangan sekitar 50 dokter dan 80 perawat di seluruh puskesmas.

“Ini jelas memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan bagi warga. Padahal, puskesmas adalah garda terdepan layanan publik,” tegas Imam di Gedung DPRD Surabaya, Rabu (5/11/2025).

Imam menambahkan, berdasarkan laporan keuangan, hampir semua puskesmas berstatus PLUD (Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah) memiliki dana tabungan besar. “Rata-rata saldo mereka ratusan juta rupiah, bahkan ada yang mencapai Rp2 miliar di rekeningnya,” ujarnya.

Baca Juga:  DPRD Surabaya Sahkan Perda YEKAPE: Bisa Menjadi Sumber PAD

Karena itu, Komisi D mendorong agar dana tersebut dimanfaatkan untuk mengatasi kekurangan tenaga medis sementara waktu, sebelum menunggu formasi ASN baru dari pemerintah pusat.

“Daripada menunggu lama, puskesmas bisa mengontrak dokter atau perawat dengan dana sendiri. Ini uang masyarakat, seharusnya kembali untuk pelayanan,” ujarnya.

Selain tenaga medis, DPRD juga menyoroti sejumlah puskesmas yang belum menempelkan informasi alur pelayanan BPJS gratis bagi warga Surabaya. “Harus ada petunjuk jelas di ruang tunggu atau loket agar warga tidak kebingungan saat mengurus aktivasi maupun penonaktifan BPJS,” kata Imam.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Surabaya Dorong Generasi Muda Jadi Duta Kebenaran

Dalam kesempatan yang sama, ia turut menyinggung persoalan program susu gratis bagi balita berkebutuhan khusus. Beberapa puskesmas diketahui mengganti merek susu yang diresepkan dokter rumah sakit rujukan, sehingga menimbulkan kekhawatiran orang tua.

“Kalau memang tidak cocok dan berisiko, sebaiknya dibelikan sesuai resep dokter. Jangan masyarakat yang jadi korban,” tegasnya.

Dinas Kesehatan Surabaya menjelaskan bahwa perbedaan merek susu terjadi karena keterbatasan stok. Namun setelah dilakukan koordinasi ulang dengan dokter spesialis, susu pengganti dinyatakan tetap aman digunakan.

Baca Juga:  Sebagai Bentuk Penolak Pindah, Ratusan Jagal dan Pedagang Daging Bawa Sapi Ke DPRD Surabaya

Imam memastikan, DPRD akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap pengelolaan dana dan pelayanan di seluruh puskesmas.

“Ada puskesmas yang dulu pelayanannya buruk, tapi setelah disidak dan dibenahi, pendapatannya justru naik. Ini bukti bahwa potensi besar bisa muncul kalau dikelola dengan benar,” pungkasnya. ADV/DN

Bagikan:
TAGGED: Dana Puskesmas Mengendap, Dinas Kesehatan Surabaya, DPRD Kota Surabaya, Komisi D DPRD Surabaya, Pelayanan Kesehatan, Puskesmas di Surabaya, Tenaga Medis
Redaktur Rabu, 5 November 2025 Rabu, 5 November 2025
Previous Article Banyak Muncul Genangan, Komisi C DPRD Surabaya Soroti Banyaknya Drainase Tidak Terawat
Next Article Anggota DPR RI, Adies Kadir mengucap syukur usai mengikuti sidang kode etik di DPR RI. Terbukti Tak Melanggar Kode Etik, Adies Kadir Kembali Aktif Sebagai Anggota DPR RI
Ad imageAd image

Berita Terkini

Antisipasi Laka Kerja, DPRD Surabaya Dorong Penguatan Sistem K3
Rabu, 4 Maret 2026
Ketua Komisi A Minta Pemkot Tunda Penandaan Bangunan Warga Terdampak Pelebaran Sungai Kalianak
Senin, 2 Maret 2026
Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya
Rabu, 25 Februari 2026
Petugas imigrasi sedang mengambil poto pemohon paspor dinas di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya.
Tak Lagi Terpusat di Jakarta, Surabaya Buka Babak Baru Layanan Biometrik Paspor Dinas
Jumat, 20 Februari 2026
Ad imageAd image

Terpopuler

DPRD Surabaya Dorong Semua OPD Bahu Membahu Sukseskan Kebijakan Parkir Digital
Selasa, 10 Februari 2026
Komisi A DPRD Surabaya Akan Dalami Hilangnya Rumah Radio Bung Tomo
Jumat, 6 Februari 2026
Masuk Ramadan 1447 H, Imigrasi Pangkas Jam Kerja, Pelayanan Publik Dipastikan Tetap Prima
Rabu, 18 Februari 2026
Gelar Reses di Dinoyo, DPRD Surabaya Sosialisasikan Program Intervensi Gen Z Rp5 Juta per RW
Jumat, 13 Februari 2026

© 2023 Celoteh Jatim | All right reserved

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang

Masuk ke Akun Anda

Lost your password?