Surabaya,CJ – Pemerintah Kota Surabaya mengalokasikan anggaran Rp5 juta per RW setiap bilannya untuk pembinaan generasi muda pada tahun 2026. Hal ini sebagai langkah keberpihakan pemerintah kota terhadap masa depan generasi muda Surabaya.
Kebijakan ini lahir dari hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang melibatkan langsung anak-anak muda di setiap wilayah. Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari DPRD Kota Surabaya.
Agar pelaksanaan program pembinaan genersi muda ini dapat berjalan dengan baik dan benar sesuai harapan serta memberikan manfaat untuj generasi penerus Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni akan melakukan pengawasan dan pengawalan kelangsungan program tersebut.
Sehingga menghasilkan output yang diharapkan. Yakni, membina dan menghasilkan generasi muda yang unggul dan punya skill dalam menyongsong Surabaya hari ini serta hari esok.
Fathoni, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremonial, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan karakter dan daya saing anak muda Surabaya.
Namun, Fathoni mengingatkan agar anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk kegiatan seremonial yang tidak berdampak. Ia berharap setiap kegiatan benar-benar berbasis pada karakteristik dan potensi lokal wilayah, sehingga mampu melahirkan pemuda kreatif dengan kontribusi nyata bagi lingkungannya.
Ia mencontohkan, kawasan Ampel yang dikenal sebagai pusat wisata religi bisa memanfaatkan program ini untuk melahirkan wirausahawan muda yang mendukung ekosistem wisata halal. Sementara kawasan Rungkut atau Sememi yang didominasi pemukiman industri dapat diarahkan pada pelatihan kewirausahaan berbasis teknologi.
“Setiap wilayah di Surabaya punya karakter berbeda. Kalau semua kegiatan pemuda di tiap RW sama, maka tujuan pembinaan tidak akan tercapai,” ungkap Arif Fathoni, kepada awak media Kamis, (13/11/2025) di ruang kerjanya.
Fathoni juga menilai, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada peran camat dan lurah dalam memetakan kebutuhan pemuda di wilayah masing-masing. Karena itu, ia berharap pemerintah kota memberikan panduan yang fleksibel namun terukur agar ide-ide pemuda benar-benar bisa berkembang.
Ia menyebut program pembinaan ini juga sejalan dengan visi Kampung Pancasila yang digagas Wali Kota Surabaya. Dengan adanya dukungan anggaran, pemuda diharapkan bisa menjadi pelopor implementasi nilai-nilai Pancasila di tingkat akar rumput mulai dari gotong royong, toleransi, hingga kreativitas berbasis solidaritas sosial.
“Kampung Pancasila akan berhasil kalau rakyat setempat, terutama pemudanya, bisa menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Fathoni menjelaskan, total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp50 miliar per tahun, dengan mekanisme pengajuan melalui proposal ke kelurahan masing-masing. Camat akan bertindak sebagai pengawas pelaksanaan, sementara DPRD akan melakukan evaluasi menyeluruh pada semester pertama 2026.
“Kami akan awasi betul pelaksanaannya. Kalau nanti semua kegiatannya sama dan tidak bermanfaat bagi pemuda, kami akan melakukan revisi anggaran itu di APBD Perubahan,” pungkasnya. ADV/DN
