Sidoarjo, CJ— Suasana hangat di halaman kantor DPD Partai Golkar Sidoarjo, Sabtu pagi, mendadak berubah haru. Ratusan warga, relawan, hingga pengemudi ojek online perempuan tumpah ruah mengikuti kegiatan pembagian sembako gratis dalam rangka HUT ke-61 Partai Golkar.
Namun di balik riuhnya antrean bantuan, muncul satu suara yang menggema, bukan sekadar teriakan, tapi ungkapan hati rakyat.
“Pak Adies ojo mundur, aku iseh butuh sampean!” seru seorang ibu dengan suara bergetar sambil menggenggam kantong sembako di tangannya.
Kalimat sederhana itu disambut tepuk tangan dan sorak setuju. Dalam sekejap, halaman kantor Golkar berubah menjadi lautan dukungan untuk Adies Kadir, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar sekaligus anggota DPR RI yang dikenal dekat dengan masyarakat.
Bagi warga Sidoarjo, Adies bukan sekadar politisi, ia adalah sosok yang hadir nyata di tengah rakyat.
Seorang ayah dari Kecamatan Taman menuturkan betapa bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang diperjuangkan Adies telah membuka jalan bagi masa depan anaknya.
“Bantuan ini bukan cuma uang sekolah. Ini harapan agar anak kami bisa terus belajar dan meraih cita-citanya. Terima kasih, Pak Adies. Semoga Bapak tidak berhenti berjuang,” ujarnya haru.
Nada serupa datang dari warga Gedangan. Di tengah mahalnya harga bahan pokok, paket sembako yang dibagikan terasa seperti napas baru bagi keluarga kecilnya.
“Bantuan ini datang di saat yang tepat. Kami benar-benar terbantu. Pak Adies peduli, dan itu nyata,” katanya.
Dukungan juga datang dari para perempuan pengemudi ojek online yang hadir mengenakan jaket hijau kebanggaan mereka.
“Pak Adies itu komitmen. Beliau turun langsung, dengar keluhan kami, dan selalu bawa solusi. Kami ingin beliau tetap di DPR memperjuangkan rakyat kecil,” tegas salah satu di antara mereka.
Mendengar suara-suara tulus itu, Adies Kadir tampak beberapa kali menunduk menahan haru. Ia menyalami satu per satu warga, memastikan setiap paket sembako sampai ke tangan yang berhak.
Bagi masyarakat Sidoarjo, Adies Kadir telah menegaskan arti sebenarnya dari wakil rakyat, bekerja dengan hati, bukan hanya bicara.
“Perjuangan Pak Adies jangan berhenti di sini. Kami butuh pemimpin yang benar-benar berpihak pada rakyat kecil,” ujar seorang warga menutup perbincangan pagi itu. HUM/KIM
