Sign In
Celotehjatim.com
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Lifestyle
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
Reading: Tuntut Penghentian Politisasi Kebijakan Negara, Ini Permintaan Guru Besar dan Mahasiswa Universitas Jember saat Deklarasi
Celotehjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Lifestyle
Search
  • Rubrikasi
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi & Bisnis
    • Lifestyle
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Opini
  • About us
    • Kontak
    • Tentang
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
© 2023 CelotehJatim.com
Pendidikan

Tuntut Penghentian Politisasi Kebijakan Negara, Ini Permintaan Guru Besar dan Mahasiswa Universitas Jember saat Deklarasi

Publisher: Redaktur Senin, 5 Februari 2024
Share
Ratusan mahasiswa Universitas Jember dipimpin Guru Besar dan dosen menggelar deklarasi di halaman kampus.
Ratusan mahasiswa Universitas Jember dipimpin Guru Besar dan dosen menggelar deklarasi di halaman kampus.

JEMBER, CJ – Ratusan civitas akademika Universitas Jember (Unej), melontarkan 5 tuntutan berupa seruan moral terkait pelaksanaan Pemilu 2024.

Bersama guru besar dan dosen, mereka menggelar deklarasi di halaman kampus, Senin, 5 Februari 2024.

Deklarasi dipimpin guru besar Fakultas Hukum Universitas Jember, Prof. Dr. Dominikus Rato itu, salah satunya, menuntut penghentian politisasi kebijakan negara di Pemilu 2024.

“Kami menuntut penghentian upaya politisasi kebijakan negara oleh Presiden yang berpotensi merusak proses demokrasi dan hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu dalam pemilihan umum,” ungkap Prof. Dr. Dominikus Rato.

Menurut Rato sikap civitas akademika Universitas Jember ini didorong kekhawatiran atas kejadian-kejadian menjelang pelaksanaan Pemilu 2024 pada 14 Februari mendatang.

Baca Juga:  Dinkes Surabaya Siagakan Nakes dan Hotline 24 Jam Untuk Antisipasi Petugas KPPS Sakit

“Bangsa ini disuguhi bermacam peristiwa dan permasalahan yang sangat mengkhawatirkan, mencemaskan, dan menakutkan karena mengindikasikan terjadinya pembusukan hukum dan kemerosotan demokrasi,” tandas Rato.

5 poin tuntutan civitas akademika Unej itu pertama, meminta agar seluruh cabang kekuasaan negara, baik ekskutif, legislatif dan yudikatif untuk senantiasa berpedoman pada TAP MPR Nomor VI/MPR/2001 tentang etika kehidupan berbangsa dan menjalankan nilai nilai Pancasila.

Tuntutan kedua, civitas akademika meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan pemerintah memastikan netralitas penyelenggara negara dan harus memberikan teladan terbaik.

Baca Juga:  PDIP Surabaya Siapkan 16.334 Saksi di Pemilu 2024

Ketiga, menuntut penghentian upaya politisasi kebijakan negara oleh presiden yang berpotensi merusak proses demokrasi dan hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu dalam Pemilu.

Keempat, menuntut tegaknya hukum dan etika penyelenggaraan Pemilu serta menjunjung tinggi prinsip transparansi dan berpihak kepada kepentingan bangsa dan negara, bukan kepetingan pihak tertentu.

Kelima, mengajak civitas akademika perguruan tinggi terlibat bersama rakyat untuk terus mengawal Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Peringatan Akademisi ke Pemerintah

Pada kesempatan itu, M Iqbal, juru bicara forum civitas akademika Unej menambahkan deklarasi ini bentuk kepedulian pihaknya terhadap proses pelaksanaan Pemilu 2024.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya bersama KPU Bikin TPS di Liponsos dan Griya Werdha

Menurut dia, kondisi Pemilu saat ini terindikasi tidak berlangsung jujur, adil, bebas dan langsung.

“Ini sangat mungkin berpengaruh pada prinsip asas rahasia nanti di bilik suara (TPS),” ungkap Iqbal.

Secara khusus, Iqbal menyoroti upaya kepentingan membangun politik dinasti pada Pemilu 2024. Menurutnya, hal itu yang menjadi keprihatinan civitas akademika.

Ia berharap suara dari kalangan akademisi ini bisa didengar Presiden Jokowi, KPU, Bawaslu, hingga DKPP agar pelaksaan Pemilu 2024 berjalan jujur dan adil tanpa ada intimidasi. ndr/cak

Bagikan:
TAGGED: Bawaslu, DKPP, Guru Besar Dominikus Rato, Komisi Pemilihan Umum, KPU, Pemilu 2024, Presiden Jokowi, Universitas Jember
Redaktur Selasa, 6 Februari 2024 Senin, 5 Februari 2024
Previous Article Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy'ari Gegara Loloskan Gibran Rakabuming Raka Nyapres, Ketua KPU Hasyim Asy’ari Disanksi Etik Berat DKPP
Next Article Dinkes Surabaya Siagakan Nakes dan Hotline 24 Jam Untuk Antisipasi Petugas KPPS Sakit
Ad imageAd image

Berita Terkini

Momentum HJKS ke-733, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Beri Catatan Keras soal Sampah, PKL dan Parkir
Minggu, 31 Mei 2026
Mementum Idul Adha, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Salurkan 41 Hewan Kurban untuk Konstituen Hingga Ojol
Rabu, 27 Mei 2026
Jelang Idul Adha, Komisi B DPRD Surabaya Minta DKPP Pemeriksaan Lapak Penjualan Hewan Kurban
Selasa, 19 Mei 2026
DPRD Surabaya Ajak Pemerintah dan Masyarakat Bersatu Rayakan Hari Jadi kota Surabaya
Senin, 18 Mei 2026
Ad imageAd image

Terpopuler

Ketua DPRD Kota Surabaya Yang Baru, Akan Perkuat Sinergi Eksekutif–Legislatif untuk Kepentingan Rakyat
Rabu, 6 Mei 2026
Bongkar Kasus Joki UTBK, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Apresiasi Langkah Cepat Polisi
Jumat, 8 Mei 2026
Sidak Proyek Bozem Tanjungsari, Wali Kota Eri Cahyadi Targetkan Kawasan Bebas Banjir di November 2026
Senin, 11 Mei 2026
DPRD Surabaya Ajak Pemerintah dan Masyarakat Bersatu Rayakan Hari Jadi kota Surabaya
Senin, 18 Mei 2026

© 2023 Celoteh Jatim | All right reserved

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang

Masuk ke Akun Anda

Lost your password?