Sign In
Celotehjatim.com
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Lifestyle
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
Reading: Atasi Stunting di Surabaya Pemkot Gandeng Alumni Senior Kedokteran Unair
Celotehjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Lifestyle
Search
  • Rubrikasi
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi & Bisnis
    • Lifestyle
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Opini
  • About us
    • Kontak
    • Tentang
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
© 2023 CelotehJatim.com
Headlines

Atasi Stunting di Surabaya Pemkot Gandeng Alumni Senior Kedokteran Unair

Publisher: Redaktur Minggu, 29 Oktober 2023
Share
Camat Semampir Kota Surabaya, M Yunus saat melakukan diskusi penanganan stunting bersama Alumni Senior Kedokteran Unair di Puskesmas Sawah Pulo, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir Surabaya.

Surabaya,CJ – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan berbagai upaya untuk mencapai target zero stunting. Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan menggandeng berbagai instansi, stakeholder, maupun para akademisi.

Salah satu upaya itu seperti yang telah ditunjukkan oleh Kecamatan Semampir Surabaya. Kecamatan yang berada wilayah Surabaya utara ini, menggandeng Alumni Senior Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (ASFKUA) dalam upaya penanganan stunting.

Hal tersebut diimplementasi dalam acara bertajuk Temu Wicara yang digelar ASFKUA di Puskesmas Sawah Pulo, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir Surabaya. Sabtu (28/10/2023). Temu Wicara tersebut sekaligus menjadi forum diskusi dan evaluasi terkait penanganan stunting di wilayah Semampir.

Camat Semampir Kota Surabaya, M Yunus menyampaikan terima kasih dan apresiasi terhadap kegiatan Temu Wicara yang diinisiasi ASFKUA. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ajang diskusi positif dalam upaya penanganan stunting.

“Di saat usia tidak muda lagi, tapi beliau-beliau mengambil peran aktif untuk bersama-sama memikirkan masalah-masalah masyarakat terkait stunting ini,” kata M Yunus di sela kegiatan Temu Wicara.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Rampungkan Penataan Kabel Utilitas Bawah Tanah di Jalan Rajawali

Yunus memandang bahwa berbagai masukan dari para Alumni Senior Kedokteran Unair ini sangat luar biasa. Khususnya masukan-masukan terkait dengan upaya penanganan stunting. Terlebih, kata dia, ASFKUA sendiri terdiri dari berbagai dokter dan profesor yang sarat akan pengalaman.

“Tadi disampaikan yang hadir di sini rata-rata pernah menjadi Kepala Puskesmas di Semampir. Sehingga saya yakin nantinya dari diskusi ini pasti akan ada hal-hal positif yang kita bisa ambil, sehingga target zero stunting dengan waktu relatif singkat ini mudah-mudahan bisa kita wujudkan,” ujarnya.

Mantan Camat Sawahan Kota Surabaya ini juga memaparkan kondisi stunting di wilayah Kecamatan Semampir. Ia menyebut, bahwa sejak awal memimpin pada Oktober 2022, stunting di Semampir mencapai 87 anak. Kasus stunting tersebut terus ditekan hingga turun menjadi 77 anak pada awal tahun 2023.

“Saya Oktober 2022 masuk sini (Semampir) ada 87 kasus stunting. Kemudian awal tahun 2023 turun menjadi 77 stunting. Kita terus bergerak bersama stakeholder yang ada di lapangan dan alhamdulillah setiap bulan ada penurunan, sehingga sekarang tinggal 35 kasus,” paparnya.

Baca Juga:  Kerap Menjadi Langganan Banjir, Wakil Ketua DPRD Surabaya Dorong Pembangunan Saluran di Kelurahan Menur Pumpungan Jadi Prioritas

Ia juga menjabarkan bahwa dari 35 kasus stunting tersebut, 11 di antaranya merupakan penyakit bawaan. Karenanya, target zero stunting tentu tidak bisa sepenuhnya dilakukan. “Karena yang 11 anak ini memiliki penyakit bawaan. Namun yang sisanya ini kami pastikan terus berupaya untuk menekan agar Desember 2023 bisa zero stunting,” jelasnya.

Di samping itu, Yunus menyatakan bahwa setiap bulan pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap penanganan stunting. Evaluasi ini sekaligus untuk menyempurnakan kekurangan terhadap upaya penanganan stunting di wilayah Semampir.

“Setiap bulan kita terus kumpul, mengevaluasi apa yang mesti kita lakukan. Kemudian kekurangan apa saja yang harus kita lakukan dan kita perkuat. Tadi juga disampaikan bahwa yang paling penting adalah pendampingan, karena stunting ini ada beberapa faktor dan salah satunya ekonomi,” bebernya.

Berkaitan dengan faktor ekonomi, Yunus menyampaikan, bahwa Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terus berupaya melalui program padat karya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Upaya tersebut diiringi dengan pola asuh dan program penanganan stunting lainnya seperti Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) dan pemberian makanan tambahan.

Baca Juga:  Cegah Kasus Kekerasan Ibu dan Anak Melalui SOTH

“Jadi semua cara terus kami lakukan di lapangan agar supaya zero stunting di Semampir khususnya, dan di Surabaya ini bisa terwujud dengan cepat,” kata Yunus.

Meski demikian, Yunus mengakui bahwa upaya pemkot dalam mencapai target zero stunting tidak mungkin bisa dilakukan tanpa ada keterlibatan stakeholder dan masyarakat. Makanya, ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat langsung maupun tidak dalam upaya penanganan stunting di Surabaya.

“Kalau kita tidak bersama-sama tidak mungkin bisa kita wujudkan zero stunting itu. Tapi ketika kita bisa bersama-sama, dengan niat bulat, ikhlas, saya yakin Allah kasih jalan dan kita bisa selesaikan semuanya,” pungkasnya.Lin

 

Bagikan:
TAGGED: Alumni Senior Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, ASFKUA, Camat Semampir, Pemkot Surabaya, Penanganan Stunting, Stunting, Surabaya Zero Stunting, Zero Stunting
Redaktur Minggu, 29 Oktober 2023 Minggu, 29 Oktober 2023
Previous Article Wakil Ketua DPRD Surabaya Mendorong Tulisan Aksara Jawa di Perluas
Next Article Atasi Kekeringan, Prabowo Resmikan 16 Titik Air Bersih di Jateng
Ad imageAd image

Berita Terkini

Banyak Proyek Strategis Molor, Dewan Dorong Inspektorat Lakukan Audit Menyeluruh
Kamis, 15 Januari 2026
DPRD Surabaya Minta  239.277 KK DTSEN Tak Ditemukan Segera Dituntaskan
Rabu, 14 Januari 2026
DPRD Surabaya Minta Wali Kota Tegas Terhadap Pengelola Apartemen Yang Bermasalah
Selasa, 13 Januari 2026
Sebagai Bentuk Penolak Pindah, Ratusan Jagal dan Pedagang Daging Bawa Sapi Ke DPRD Surabaya
Senin, 12 Januari 2026
Ad imageAd image

Terpopuler

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, memaparkan capaian kinerja tahun 2025 dihadapan para awak media.
Imigrasi Surabaya Tutup 2025 dengan Kinerja Nyaris Sempurna: Serapan Anggaran 99,95 Persen, e-Paspor Mendominasi
Rabu, 31 Desember 2025
Wakil Ketua DPR, Adies Kadir bersama Ketua DPD Partai Golkar Surabaya, Akmarawita Kadir diajak masyarakat selfie disela-sela agenda reses di Bogangin.
PIP dan KIP Bantu Pendidikan Warga, Adies Kadir Tuai Apresiasi Warga Kenjeran dan Bogangin
Senin, 29 Desember 2025
DPRD Surabaya Minta  239.277 KK DTSEN Tak Ditemukan Segera Dituntaskan
Rabu, 14 Januari 2026
Sebagai Bentuk Penolak Pindah, Ratusan Jagal dan Pedagang Daging Bawa Sapi Ke DPRD Surabaya
Senin, 12 Januari 2026

© 2023 Celoteh Jatim | All right reserved

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang

Masuk ke Akun Anda

Lost your password?