Sign In
Celotehjatim.com
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Lifestyle
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
Reading: Kebutuhan Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan Jadi Perhatian Khusus DPRD Kota Surabaya
Celotehjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Lifestyle
Search
  • Rubrikasi
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi & Bisnis
    • Lifestyle
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Opini
  • About us
    • Kontak
    • Tentang
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
© 2023 CelotehJatim.com
Advertorial

Kebutuhan Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan Jadi Perhatian Khusus DPRD Kota Surabaya

Publisher: Redaktur Sabtu, 10 Oktober 2026
Share
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Lutfiyah saat menjalankan reses di Surabaya Utara

Surabaya,CJ – Keterbatasan fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga bantuan bagi warga kurang mampu masih menjadi persoalan yang banyak dikeluhkam masyarakat. Hal ini terungkap saat Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Lutfiyah menjalan reses atau serap aspirasi masyarakat di dapil 2.

Kebutuhan fasilitas pendidikan dan kesehatan turut menjadi perhatian khusu DPRD Kota Surabaya.  Lutfiyah menyampaikan, warga di kelurahan yang belum memiliki sekolah negeri berharap pemerintah membangun fasilitas pendidikan negeri agar akses pendidikan semakin mudah dijangkau.

Harapan tersebut antara lain disampaikan warga di kawasan Kalilom. Sementara itu, warga Dukuh Setro, wilayah yang merupakan pecahan dari Gading, juga menginginkan keberadaan puskesmas untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Baca Juga:  Dugaan Penipuan oleh Oknum Camat Pakal, Ketua Komisi A : Itu Mencoreng Citra Pemkot Surabaya

Persoalan data desil juga banyak ditanyakan warga. Lutfiyah mengatakan dirinya berupaya memberikan penjelasan sebaik mungkin atas berbagai pertanyaan masyarakat, termasuk menyangkut akses bantuan sosial dan program pemerintah.

“Semua aspirasi dan pertanyaan warga kami tampung. Untuk persoalan desil, saya berusaha menjawab dengan sebaik-baiknya agar masyarakat mendapatkan penjelasan,” ujarnya.

Aspirasi lainnya mencakup bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu), pemasangan kamera pengawas atau CCTV, pengembangan bank sampah, bantuan terop dan kanopi, penerangan jalan umum (PJU), hingga beasiswa pendidikan.
<span;>Perhatian khusus juga disampaikan terkait anak berkebutuhan khusus dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan bantuan agar tetap bisa mengakses pendidikan secara gratis.

Menurut Lutfiyah, berbagai aspirasi tersebut menjadi catatan yang akan diperjuangkan melalui koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Ia berharap usulan warga dapat ditindaklanjuti dan direalisasikan sesuai kebutuhan serta kemampuan anggaran pemerintah kota.

Baca Juga:  Peringati Hari Pahlawan, Cak Yebe Ajak Generasi Muda Warisi Keberanian Para Pejuang

Reses, lanjutnya, menjadi kesempatan bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus menghimpun kebutuhan prioritas di lingkungan tempat tinggal warga.

Ia berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui perencanaan dan program pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Surabaya Utara.

Selain itu sejumlah warga mengeluhkan pembangunan paving dan saluran air yang belum tuntas meski telah dikerjakan sejak periode sebelumnya. Warga mempertanyakan alasan pembangunan tersebut terhenti dan berharap pemerintah kota segera menuntaskan pekerjaan yang masih menyisakan bagian saluran terputus.

Baca Juga:  Komisi B DPRD Surabaya Dorong LPMK Berfungsi Jadi Pengawasan KMP

“Kalau memang karena anggaran, seharusnya dilanjutkan pada tahun berikutnya. Apakah bagian yang belum selesai harus menunggu RT atau warga mengajukan proposal lagi untuk menuntaskan saluran yang terputus?” demikian keluhan warga yang disampaikan dalam reses tersebut.

Keluhan infrastruktur itu antara lain berkaitan dengan pembangunan gorong-gorong di kawasan Setro Baru serta paving dan saluran air di Pacarkembang.

Warga berharap pembangunan yang sudah dimulai tidak dibiarkan menggantung. Selain mengganggu fungsi saluran air, pekerjaan yang tidak tuntas juga menimbulkan pertanyaan mengenai kesinambungan perencanaan pembangunan lingkungan. ADV/DN

Bagikan:
TAGGED: DPRD Kota Surabaya, Fasilitas Pendidikan, Kebutuhan Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan, Kesehatan, Komisi D DPRD Surabaya
Redaktur Senin, 12 Oktober 2026 Sabtu, 10 Oktober 2026
Previous Article Ketua Komisi A DPRD Surabaya Siap Kawal Usulan U-Ditch dan Bantu Rutilahu Warga
Next Article DPRD Surabaya Dukung Penuh BOPDA Perluasan Jangkauan ke Lembaga Ponpes
Ad imageAd image

Berita Terkini

DPRD Surabaya Akan Bahas Anggaran PTM Bagi Balita di Banggar
Rabu, 14 Oktober 2026
Pemkot Surabaya Gelar Upacara HUT ke-81 Jawa Timur, Wali Kota Eri Tekankan Sinergi Ekonomi dan Transportasi
Selasa, 13 Oktober 2026
DPRD Surabaya Dukung Penuh BOPDA Perluasan Jangkauan ke Lembaga Ponpes
Senin, 12 Oktober 2026
Ketua Komisi A DPRD Surabaya Siap Kawal Usulan U-Ditch dan Bantu Rutilahu Warga
Kamis, 8 Oktober 2026
Ad imageAd image

Terpopuler

Pastikan Kestabilan Data Penduduk,  DPRD Surabaya Akan Panggil Dispendukcapil
Senin, 21 September 2026
Perkuat Struktur hingga Akar Rumput, PPP Bidik Kenaikan Suara di Pemilu Mendatang
Minggu, 4 Oktober 2026
Wali Kota Surabaya Tegaskan Larangan Eksploitasi Hewan dan Donasi Tanpa Izin di Tunjungan Romansa dan CFD
Minggu, 27 September 2026
Sengketa Lahan Kalisari, Komisi A DPRD Surabaya Akan Tinjauan Lapangan
Rabu, 30 September 2026

© 2023 Celoteh Jatim | All right reserved

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang

Masuk ke Akun Anda

Lost your password?