Sign In
Celotehjatim.com
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Lifestyle
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
Reading: DPRD Surabaya Dukung Gerakan 2 Jam Tanpa Gawai
Celotehjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Lifestyle
Search
  • Rubrikasi
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi & Bisnis
    • Lifestyle
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Opini
  • About us
    • Kontak
    • Tentang
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
© 2023 CelotehJatim.com
Advertorial

DPRD Surabaya Dukung Gerakan 2 Jam Tanpa Gawai

Publisher: Redaktur Rabu, 22 April 2026
Share
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah

Surabaya,CJ — Upaya melindungi generasi muda dari dampak negatif digitalisasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya  mendukung penuh terhadap kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terkait gerakan dua jam tanpa gawai bagi anak dan pelajar.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah, menegaskan bahwa gerakan tersebut merupakan ikhtiar penting di tengah tingginya penggunaan perangkat digital di kalangan anak-anak.

“Kami mendukung penuh kebijakan Wali Kota. Di era digital, penggunaan smartphone memang tidak bisa dihindari, tetapi harus ada batasan agar anak tidak terpapar dampak negatif secara berlebihan,” ujarnya, Selasa (21/5/2026).

Sebagaimana diketahui, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah menetapkan gerakan tanpa gawai setiap pukul 18.00 hingga 20.00 WIB. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.2.4/7809/436.7.8/2026 tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital.

Baca Juga:  Dinilai Rugikan Warga, DPRD Surabaya Minta Proyek Perluasan Bozem Simohilir di Evaluasi

Laila menilai, pembatasan penggunaan gawai tidak hanya berdampak pada perlindungan anak, tetapi juga menjadi momentum untuk mengembalikan kualitas interaksi dalam keluarga.

Menurutnya, fenomena saat ini menunjukkan adanya penurunan intensitas komunikasi antar anggota keluarga akibat dominasi penggunaan gadget.

“Interaksi sosial dalam keluarga mulai berkurang. Anak-anak lebih banyak berinteraksi dengan gawai dibandingkan dengan orang tua maupun saudara,” tuturnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menjadikan keluarga sebagai fondasi utama dalam keberhasilan program ini. Lebih lanjut, politisi perempuan tersebut menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan gerakan ini terletak pada penguatan peran keluarga, khususnya orang tua.

Ia menyebut, orang tua harus mampu menjadi pengarah sekaligus teladan dalam penggunaan gawai secara bijak di rumah.

“Kata kuncinya adalah penguatan keluarga. Orang tua dan anak harus sama-sama memahami peran masing-masing. Anak belajar, orang tua membimbing,” katanya.

Baca Juga:  Antisipasi Laka Kerja, DPRD Surabaya Dorong Penguatan Sistem K3

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kebijakan ini tidak akan optimal jika hanya berhenti pada imbauan semata. Diperlukan program nyata yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

DPRD Surabaya juga mendorong agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terlibat aktif dalam menyukseskan gerakan ini. Laila menekankan pentingnya sinergi lintas sektor tanpa adanya ego sektoral.

“Jangan ada saling lempar tanggung jawab. Ini bukan tugas satu dinas saja, tapi tanggung jawab bersama untuk melindungi generasi muda,” tegasnya.

Ia juga mengajak sekolah, tokoh masyarakat, hingga komunitas anak muda untuk ikut ambil bagian dalam membangun budaya disiplin tanpa gawai.

Gerakan dua jam tanpa gawai di Surabaya juga dinilai selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital. Regulasi tersebut mencakup pengaturan akses berbasis usia hingga tanggung jawab penyelenggara sistem elektronik.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Surabaya Supor Kampung Pengembangan Kampung Hidroponik Kendangsari

Laila menambahkan, implementasi di lapangan perlu didukung dengan mekanisme pengawasan yang jelas, termasuk pelibatan sekolah dan lingkungan masyarakat. “Harus ada pengawasan yang konsisten, baik dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan. Dengan begitu, gerakan ini bisa benar-benar berjalan efektif,” ujarnya.

DPRD Surabaya berharap, kebijakan ini dapat menjadi awal terbentuknya budaya disiplin digital di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Dengan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari keluarga hingga pemerintah, gerakan dua jam tanpa gawai diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi tumbuh kembang anak di tengah arus digitalisasi.

“Kalau dilakukan bersama-sama, ini akan menjadi gerakan besar yang berdampak positif bagi masa depan anak-anak Surabaya,” pungkas Laila. ADV/ADN

Bagikan:
TAGGED: Dampak Negatif Digital Pada Anak, DPRD Kota Surabaya, Gerakan 2 Jam Tanpa Gawai, Kebijakan Gerakan 2 Jam Tanpa Gawai, Pengaruh Negatif Digitalisasi, Pimpinan DPRD Surabaya, Wakil Ketua DPRD Surabaya
Redaktur Rabu, 22 April 2026 Rabu, 22 April 2026
Previous Article Dugaan Penipuan oleh Oknum Camat Pakal, Ketua Komisi A : Itu Mencoreng Citra Pemkot Surabaya
Ad imageAd image

Berita Terkini

Dugaan Penipuan oleh Oknum Camat Pakal, Ketua Komisi A : Itu Mencoreng Citra Pemkot Surabaya
Minggu, 19 April 2026
Penyanyi asal Jember, Icha Yang semakin mendunia dengan karir yang kian cemerlang di kancah internasional.
Dari Jember ke TV Hunan Internasional, Icha Yang Meledak di Panggung Internasional
Minggu, 19 April 2026
Cegah Penumpukan Sampah, Pemkot Surabaya Tambah 1.800 Tongbin
Rabu, 15 April 2026
Dinilai Rugikan Warga, DPRD Surabaya Minta Proyek Perluasan Bozem Simohilir di Evaluasi
Rabu, 15 April 2026
Ad imageAd image

Terpopuler

Rawan Tindak Kriminal,Fraksi Gerindra Desak Perbaikan PJU Dan Pemasangan CCTV
Senin, 23 Maret 2026
Libur Lebaran 2026, 40 Ribu Pengunjung Padati KBS
Rabu, 25 Maret 2026
Ketua Komisi A Berharap Rotasi 78 Pejabat Pemkot Surabaya Dapat Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan kepada Masyarakat
Kamis, 2 April 2026
DPRD Surabaya Soroti Data Kemiskinan Berbasis Desil
Selasa, 7 April 2026

© 2023 Celoteh Jatim | All right reserved

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang

Masuk ke Akun Anda

Lost your password?