Surabaya,CJ – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan menegaskan pengembangan transportasi umum di kota Pahlawan ini membutuhkan komitmen anggaran yang jelas dan berkelanjutan.
Ia menyebutkan untuk memenuhi kebutuhan ideal 11 rute Surabaya Bus dan 30 rute feeder Wirawiri, dibutuhkan anggaran sekitar Rp660 miliar per tahun.
“Transportasi umum memang mahal. Karena itu anggarannya harus dikunci,” ungkapnya, Rabu (11/2/2026).
Eri mendorong Pemkot Surabaya untuk segera mengajukan Perda Transportasi Umum yang mengatur pengalokasian 5 persen APBD khusus untuk pengembangan transportasi umum.
Ia juga menekankan perlunya pergeseran paradigma pembangunan kota dari orientasi mobil menuju transportasi publik.
Selain itu Eri menilai sejauh ini arah kebijakan makro Pemerintah Kota Surabaya mampu menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan distribusinya merata. Menurutnya, dua agenda tersebut tidak bisa dipisahkan dan harus dijalankan secara bersamaan.
Menurut Eri, di tengah tantangan ekonomi global dan nasional, sejumlah penopang ekonomi utama seperti konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor mengalami perlambatan.
“Dalam kondisi seperti ini, salah satu bantalan utama ekonomi kita adalah government spending. Tapi belanja pemerintah itu harus tetap optimal meski ruang fiskal menyempit,” ujarnya.
Ia menekankan, optimalisasi belanja pemerintah perlu didukung pembiayaan alternatif dan pembangunan infrastruktur strategis agar pertumbuhan ekonomi tidak terhambat. ADV/DN
