Sign In
Celotehjatim.com
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Lifestyle
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
Reading: Viral Dugaan Penelantaran dan Eksploitasi Anak, Wali Kota Eri: Tunggu Keputusan Hukum
Celotehjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Lifestyle
Search
  • Rubrikasi
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi & Bisnis
    • Lifestyle
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Opini
  • About us
    • Kontak
    • Tentang
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
© 2023 CelotehJatim.com
Headlines

Viral Dugaan Penelantaran dan Eksploitasi Anak, Wali Kota Eri: Tunggu Keputusan Hukum

Publisher: Redaktur Selasa, 4 Agustus 2026
Share
DP3A-PPKB Kota Surabaya saat melakukan melakukan kroscek lapangan mendatangi diduga pelaku dan korban.

Surabaya,CJ – Dugaan penelantaran dan eksploitasi anak oleh seorang ayah yang viral di media sosial (medsos) beberapa waktu lalu, mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Bersma Polrestabes Surabaya, Pemkot Surabaya melakukan kroscek lapangan, alhasil tidak menemukan adanya bukti kuat atas dugaan tersebut.

Terkait hal itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan pesan penting kepada seluruh warganya. Dirinya tidak ingin, kejadian ini terulang kembali di Kota Surabaya. Sebab menurutnya, jejak digital dari kejadian ini akan mempengaruhi kondisi psikologis anak di kemudian hari.

“Jadi saya tidak ingin warga terjadi hal seperti itu. Makanya saya sampaikan, kalau terjadi hal seperti itu maka jejak digital tidak akan pernah hilang, kasihan putra-putrinya kalau sudah dewasa melihat, ada yang mengeluarkan aibnya maka ini tidak bagus,” kata Wali Kota Eri Cahyadi saat ditemui di balai kota, Senin (3/8/2026).

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Tertibkan Bangunan Liar untuk Normalisasi Saluran Air

Wali Kota Eri menekankan, bahwa suami istri tidak dibenarkan saling mengungkap aib satu sama lain. Karena, lanjut dia, aib seorang istri harus ditutup oleh seorang suami, begitu pula sebaliknya. “Ketika ini ada perpisahan janganlah membuka aib itu. Tapi ditutup aib itu, untuk apa? Untuk anak-anak kita, jangan hanya karena egonya orang tua, anak yang jadi korban,” ujarnya.

Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu juga menyebutkan, telah bertemu dengan kedua orang tua anak yang sempat viral tersebut. Sampai saat ini, Cak Eri menyampaikan, Pemkot masih menunggu hasil putusan terkait hak asuh anak dari Pengadilan Agama (PA) Kota Surabaya.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Tertibkan Lahan Aset 5.500 Meter Persegi di Ngagel Timur

“Alhamdulillah kemarin sudah kita pertemukan, ayo tunggu terkait keputusan hukumnya, karena negara kita negara hukum. Kalau keputusannya seperti apa, ya harus kita ikuti. Kita lihat nanti keputusan hukum dari pengadilan agamanya apa,” sebut Cak Eri.

Cak Eri menekankan sekali lagi kepada masyarakat, jangan sampai kejadian ini terulang kembali ke depannya. Dirinya tidak ingin warganya saling mengumbar aib, terlebih kasus ini adalah urusan keluarga yang seharusnya tidak diketahui oleh masyarakat umum.

“Jangan buka aib keluarga warga saya di tempat umum. Karena warga saya adalah keluarga saya, anaknya mereka adalah anak saya. Sehingga saya tidak ingin, anak ini nanti ketika dewasa juga akhirnya memiliki tekanan batin atau trauma gara-gara berita-berita yang menyudutkan bapak ibunya,” pungkasnya.

Baca Juga:  Kenali Gejala Tertular Flu Singapura, Dinkes Surabaya Imbau Masyarakat Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat

Diketahui sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan kondisi anak sekaligus menelusuri kebenaran informasi yang beredar. Selain itu, Ida menuturkan bahwa tim DP3A-PPKB juga telah bertemu langsung dengan ayah dan anak tersebut. Hasilnya, anak berada dalam kondisi baik dan saat ini diasuh oleh ayahnya.

Selain menemui sang anak, Pemkot Surabaya juga meminta keterangan dari ibu kandung yang sebelumnya menyampaikan dugaan eksploitasi tersebut. Namun, hingga kini bukti yang mendukung tuduhan tersebut belum dapat ditunjukkan. Yos

Bagikan:
TAGGED: Beritaviral, DP3A-PPKB Kota Surabaya, Dugaan Penelantaran dan Eksploitasi Anak, Eksplotasi Anak, Pemkot Surabaya, Penelantaran Anak
Redaktur Selasa, 4 Agustus 2026 Selasa, 4 Agustus 2026
Previous Article Ketua Komisi A DPRD Surabaya Ajak Semua Warga Kibarkan Merah Putih
Next Article 24 Pelamar Ikuti Seleksi Direksi Perumda Kebun Binatang Surabaya
Ad imageAd image

Berita Terkini

DPRD Surabaya Desak Penegak Hukum dan Satgas Premanisme Basmi Aksi Premanisme di Surabaya
Selasa, 4 Agustus 2026
24 Pelamar Ikuti Seleksi Direksi Perumda Kebun Binatang Surabaya
Selasa, 4 Agustus 2026
Ketua Komisi A DPRD Surabaya Ajak Semua Warga Kibarkan Merah Putih
Senin, 3 Agustus 2026
Anggota DPR RI Komisi X, Adela Kanasya Adies, menyapa relawan di wilayah Rungkut, Surabaya, selain menyapa relwan sekaligus menyampaikan program kerakyatan tetap berjalan.
Adela Kanasya Konsolidasikan Relawan Surabaya, Tegaskan Program Pro-Rakyat Tetap Berjalan
Senin, 3 Agustus 2026
Ad imageAd image

Terpopuler

Komisi B DPRD Surabaya Minta Fasilitas RPH TOW Dievaluasi
Selasa, 7 Juli 2026
RDTR Harus Mampu Antisipasi Urban Sprawl, DPRD Surabaya Tekankan Pembangunan Wajib Berpihak Warga
Jumat, 10 Juli 2026
MPLS 2026/2027, Perkuat Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Anak
Sabtu, 11 Juli 2026
DPRD Surabaya Minta Camat dan Lura  Bergerak Cepat dan Responsif Terhadap Keluhan Masyarakat
Senin, 13 Juli 2026

© 2023 Celoteh Jatim | All right reserved

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang

Masuk ke Akun Anda

Lost your password?